Monday, 15 September 2008

Omzet Naik Dua Kali Lipat

Judul aslinya 'Omset Naik Dua Kali Lipat, Setelah Mempraktekan Sedikit Ilmunya Saja'
Judulnya memang saya ubah supaya lebih fokus pada cara menaikan omset, dengan sedikit trik marketing. Ini ada pengalaman mengenai usaha yang dilakukan oleh sepasang suami istri yang mungkin bisa dijadikan inspirasi para suami istri yang sedang mengembangkan bisnis.

Ia bersama suaminya berbisnis di bidang sepatu.
Terinspirasi oleh sukses berbisnis a la Manet (merk busana muslim terkenal), ia dan suaminya sepakat untuk hijrah dari Palembang ke Jakarta dan sekarang menempati ruko yang dulu ditempati Manet di daerah Kemandoran.

Untuk memperdalam ilmu bisnisnya, mereka belajar, tapi tidak bertanya secara langsung, melainkan dengan membaca tulisan-tulisan di blog (Roniyuzirman) setiap hari.
Buku-buku yang direkomendasikan pun mereka beli dan pelajari.
Salah satunya adalah buku Marketing Revolution dari Tung Desem Waringin.

Suatu saat ia bercerita tentang omzet penjualan yang naik drastis setelah mempraktekkan salah satu jurus marketing yang dipelajarinya dari buku tersebut.
Omzet penjualan yang biasanya Rp. 1-2 juta per hari tiba-tiba naik dua kali lipat menjadi Rp. 4 juta setelah mereka mempraktekkan salah satu ilmu "sakti" marketing a la Tung DW.
Apa jurusnya?

Mereka mencoba "merayu" pelanggan dengan menaikkan rata-rata transaksi dengan menawarkan voucher belanja. Setiap pembeli yang berbelanja minimal Rp. 300 ribu, akan mendapatkan voucher berbelanja Rp. 50 ribu dan harus digunakan saat itu juga.
Hasilnya? Booom! Pelanggan terpikat dengan sensational offer itu. Tidak sedikit di antara mereka yang kemudian menambah jumlah pembelian karena godaan voucher itu.

applied knowledge is power. Terbukti.

Sumber : disadur dari Roni Yuzirman blog

Wednesday, 6 August 2008

Jangan Terjebak Dengan Sistim Pencari Kekayaan Yang Salah

Ini ada artikel bagus buat yang mau memulai usaha atau bisnis.Kiatnya sederhana dan bisa langsung dipraktekan.

Kenapa banyak kita temukan orang-orang yang bekerja keras siang malam tapi masih saja hidup serba kekurangan?Mereka sudah bekerja all out sedemikian rupa.Mereka sudah gunakan segenap sumber daya supaya bisa survive
Mereka bukanlah orang-orang yang malas.Tapi kenapa hasil yang mereka peroleh tidak sepadan dengan usahanya?Apakah ada kenalan, tetangga, kerabat anda yang mengalami hal ini? Atau mungkin anda sendiri?

Penyebabnya adalah, mereka terjebak dalam sistim pencari kekayaan yang salah. Mereka tidak tahu bagaimana sistim pencari kekayaan yang sebenarnya.
Adalah fakta bahwa: menjadi orang kaya itu bukanlah kesempatan, tapi pilihan.
Ya, kita memilih untuk menjadi kaya. Itu adalah hak kita. Success is my right kata Andrie Wongso. Sukses adalah hak semua orang, tanpa terkecuali.
Apalagi di era demokratisasi ekonomi ini. Semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk kaya dan sukses.

Dulu, kekayaan hanya ada di tangan orang-orang yang menguasai tanah, kemudian berpindah ke tangan mereka yang menguasai sarana produksi (pabrik).
Sekarang tidak lagi. Seorang miskin pun bisa kaya dengan mudah. Seorang anak muda usia 20 tahunan bisa menjadi miliarder mengalahkan yang usia 40 tahun.
Ya, era demokratisasi ekonomi dan kesempatan itu menjadi terbuka lebar karena satu kata: informasi.
Informasi di era digital saat ini dapat diperoleh dengan begitu mudah dan murahnya. Siapa saja bisa mendapatkannya, tak peduli dia anak bangsawan, pejabat, atau keturunan darah biru.
Namun, masalahnya adalah informasi itu begitu berlimpah. Over loaded. Anda harus memilah-milah informasi apa yang paling berguna untuk mendongkrak kekayaan anda.
Sebelum mencari informasi-informasi itu, pahami dulu sistim pencari kekayaan yang baik dan benar, yang teruji dari zaman Babilonia sampai sekarang.
Sistim itu sangat mudah dan sederhana. Setelah membaca, pasti anda akan bergumam: "Ini sih gue udah tau..."

Ini dia, sistim pencari kekayaan yang sangat powerful dan teruji itu:
1. Pahamilah dengan jelas cara mendapatkan dan mengumpulkan kekayaan.
2. Tirulah sistim-sistim penciptaan kekayaan yang sudah terbukti keampuhannya.
3. Bersikaplah konsisten dalam menerapkannya.

Nah, anda kaget kan. Ya, hanya itulah caranya. Itulah yang dilakukan orang sejak zaman nabi sampai era anak ajaib Mark Zuckerberg saat ini.
Ingat, kata kuncinya adalah: Pemahaman, Peniruan, Konsistensi.
Thanks to Burke Hedges yang telah menggali penemuan sederhana tapi berdaya guna dahsyat ini.

Semoga bermanfaat.

Sumber : Disadur dari Badroni Yuzirman Blog

Friday, 4 July 2008

Waisting time

Buang waktu orang-orang bilang, tapi mungkin bukan itu maksudnya yaitu ada waktu luang yang belum direncanakan sementara aktivitas sehari-hari udah beres. Trus mau ngapain…?
Akhirnya tuk mengisi waktu luang dipake aktivitas yang gak banyak mikir berat, misalnya ngobrol, nonton, olahraga, duduk sambil baca koran, minum kopi sambil denger musik, dll.

Kemaren saya lagi ada waktu luang, ya udah saya pake untuk main bowling, padahal bowling bukan olahraga favorit saya. ..saya ajak rekan saya yang udah mahir, biar sekalian belajar. Tapi sampe ditempat bowling, ternyata semua tempat sudah terisi penuh. Nunggu sekitar 30an menit masih juga belum pada selesai. Akhirnya pulang dan ujung-ujungnya denger musik dan nonton tv aja. Gak terasa tau-tau udah 2 jam lewat begitu saja..

Jadi.., gunakan waktu luangnya dengan sebaik-baiknya, bukan waisting time atau buang waktu tanpa menghasilkan apa-apa. Setuju..?

Be creative and have a nice day..

Wednesday, 2 July 2008

Mengejar Impian


Sudahkah kita mempunyai impian?. Setiap mempunyai orang impian dalam hidupnya. Impian untuk meraih sukses karir, materi, finansial, sosial, kesehatan, spiritual dll. Tapi dari semua impian yang ada sudahkah kita mendapatkannya, sudahkah kita menemukan cara mendapatkannya ?

Nah, ini yang biasanya sulit didapat, bagaimana caranya, kapan mendapatkannya, dimana mendapatkannya.? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya untuk mengejar impian.

Rasanya kita sudah sangat ingin sekali merealisasikan keinginan-keinginan itu, tetapi kondisi dan situasi belum kita dapatkan. Misalnya sukses finansial yang diimpikan, lalu pertanyaan berikutnya dari mana kita harus memulainya, buka usaha, investasi, nabung dulu, menunda keinginan membeli notebook, menunda membeli motor, menunda membeli mobil atau menunda keinginan-keinginan lainnya untuk mengejar impian supaya lebih dekat.?

Ini realita yang hampir semua orang hadapi, sampai kapan kita menunda keinginan-keinginan tetapi sampai sekarang kita belum mendapatkan impian yang kita kejar. Sementara waktu terus berjalan, waktu tidak bisa diputar balik, tiap detik terus bertambah, menit, jam, hari, bulan tahun terus bertambah.

Menurut saya sih yang harus diupayakan adalah terus berupaya berpikir positip, selalu optimis akan mendapatkan keberhasilan, terus memotivasi diri untuk mengejar impian. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah berani mencoba untuk bertindak, jangan takut gagal untuk memulai berusaha.

So, keep on spirit to get your dreams..

Oneday in Jakarta..

Tuesday, 24 June 2008

Are you trying to love what you do or do what you love ?

Tulisan judul diatas memang bukan asli dari pikiran saya, tetapi tulisan di atas cukup membuat saya berpikir lebih jauh pada apa yang sedang saya lakukan saat ini. Menurut saya judul di atas sederhana tetapi mempunyai arti yang cukup dalam.

Saat ini saya masih menjadi karyawan sebuah perusahaan di Jakarta, pergi pagi pulang sore. Setiap senin pagi saya berangkat kerja dan hari jumat sore saya pulang ke Bandung dan saya sudah lebih dari 10 tahun menjalaninya.
Jujur saja bekerja dengan cara ini memang boleh dibilang bukan sesuatu yang bisa dijalankan terus menerus, tetapi untuk saat ini saya memang belum bisa meninggalkan pekerjaan ini.
Oleh karena itu saya selalu berusaha menemukan apa yang diinginkan dengan belajar, membaca artikel sukses, belajar dari pengalaman orang-orang yang sukses, dan berhasil dalam hidupnya.
Untuk mencapai impian mendapatkan apa yang kita inginkan, dan mengerjakan yang disukai, perlu ada motivasi yang kuat, usaha yang cerdas, dan selalu berpikir positip pada apa yang kita jalankan saat ini.

Jadi, sekarang yang penting mensyukuri dulu apa yang telah didapatkan dan sambil terus berusaha mendapatkan apa yang diiinginkan.Rasanya ini lebih meringankan beban keinginan-keinginan yang sering muncul dalam pikiran kita.

Salam suksess.