Friday, 4 July 2008

Waisting time

Buang waktu orang-orang bilang, tapi mungkin bukan itu maksudnya yaitu ada waktu luang yang belum direncanakan sementara aktivitas sehari-hari udah beres. Trus mau ngapain…?
Akhirnya tuk mengisi waktu luang dipake aktivitas yang gak banyak mikir berat, misalnya ngobrol, nonton, olahraga, duduk sambil baca koran, minum kopi sambil denger musik, dll.

Kemaren saya lagi ada waktu luang, ya udah saya pake untuk main bowling, padahal bowling bukan olahraga favorit saya. ..saya ajak rekan saya yang udah mahir, biar sekalian belajar. Tapi sampe ditempat bowling, ternyata semua tempat sudah terisi penuh. Nunggu sekitar 30an menit masih juga belum pada selesai. Akhirnya pulang dan ujung-ujungnya denger musik dan nonton tv aja. Gak terasa tau-tau udah 2 jam lewat begitu saja..

Jadi.., gunakan waktu luangnya dengan sebaik-baiknya, bukan waisting time atau buang waktu tanpa menghasilkan apa-apa. Setuju..?

Be creative and have a nice day..

Wednesday, 2 July 2008

Mengejar Impian


Sudahkah kita mempunyai impian?. Setiap mempunyai orang impian dalam hidupnya. Impian untuk meraih sukses karir, materi, finansial, sosial, kesehatan, spiritual dll. Tapi dari semua impian yang ada sudahkah kita mendapatkannya, sudahkah kita menemukan cara mendapatkannya ?

Nah, ini yang biasanya sulit didapat, bagaimana caranya, kapan mendapatkannya, dimana mendapatkannya.? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya untuk mengejar impian.

Rasanya kita sudah sangat ingin sekali merealisasikan keinginan-keinginan itu, tetapi kondisi dan situasi belum kita dapatkan. Misalnya sukses finansial yang diimpikan, lalu pertanyaan berikutnya dari mana kita harus memulainya, buka usaha, investasi, nabung dulu, menunda keinginan membeli notebook, menunda membeli motor, menunda membeli mobil atau menunda keinginan-keinginan lainnya untuk mengejar impian supaya lebih dekat.?

Ini realita yang hampir semua orang hadapi, sampai kapan kita menunda keinginan-keinginan tetapi sampai sekarang kita belum mendapatkan impian yang kita kejar. Sementara waktu terus berjalan, waktu tidak bisa diputar balik, tiap detik terus bertambah, menit, jam, hari, bulan tahun terus bertambah.

Menurut saya sih yang harus diupayakan adalah terus berupaya berpikir positip, selalu optimis akan mendapatkan keberhasilan, terus memotivasi diri untuk mengejar impian. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah berani mencoba untuk bertindak, jangan takut gagal untuk memulai berusaha.

So, keep on spirit to get your dreams..

Oneday in Jakarta..

Tuesday, 24 June 2008

Are you trying to love what you do or do what you love ?

Tulisan judul diatas memang bukan asli dari pikiran saya, tetapi tulisan di atas cukup membuat saya berpikir lebih jauh pada apa yang sedang saya lakukan saat ini. Menurut saya judul di atas sederhana tetapi mempunyai arti yang cukup dalam.

Saat ini saya masih menjadi karyawan sebuah perusahaan di Jakarta, pergi pagi pulang sore. Setiap senin pagi saya berangkat kerja dan hari jumat sore saya pulang ke Bandung dan saya sudah lebih dari 10 tahun menjalaninya.
Jujur saja bekerja dengan cara ini memang boleh dibilang bukan sesuatu yang bisa dijalankan terus menerus, tetapi untuk saat ini saya memang belum bisa meninggalkan pekerjaan ini.
Oleh karena itu saya selalu berusaha menemukan apa yang diinginkan dengan belajar, membaca artikel sukses, belajar dari pengalaman orang-orang yang sukses, dan berhasil dalam hidupnya.
Untuk mencapai impian mendapatkan apa yang kita inginkan, dan mengerjakan yang disukai, perlu ada motivasi yang kuat, usaha yang cerdas, dan selalu berpikir positip pada apa yang kita jalankan saat ini.

Jadi, sekarang yang penting mensyukuri dulu apa yang telah didapatkan dan sambil terus berusaha mendapatkan apa yang diiinginkan.Rasanya ini lebih meringankan beban keinginan-keinginan yang sering muncul dalam pikiran kita.

Salam suksess.

Thursday, 29 May 2008

Nilai Yang Berbeda

Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama

Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coca cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.

Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal. Kaleng coca cola pertama di turunkan disini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya dan diberi harga Rp. 4.000.

Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana , kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7.500.

Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana . Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan besama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp. 60.000.

Sekarang, pertanyaannya adalah : Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama ?

Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda. Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP.
Apabila Anda berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri Anda, maka Anda akan menjadi cemerlang. Tapi bila Anda berada dilingkungan yang meng-kerdil- kan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil.

(Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama) + lingkungan yang berbeda = NILAI YANG BERBEDA

Semoga terinspirasi untuk selalu berinovasi.

Sumber : M. Rian Rahardi Blog

Wednesday, 9 April 2008

Not me, Boss!

Ini cerita dari seorang teman yang bertahun silam pergi ke Papua New Guinea untuk urusan bisnis. Ia ditemani oleh dua orang temannya dan tinggal di sebuah rumah di pedalaman.
Rumah ini dirawat oleh seorang lokal, yang tugasnya hanya dua yakni merawat rumah dan memasak. Semuanya oke-oke saja, kecuali satu hal: mereka punya satu botol anggur yang mahal yang disimpan di ruang makan, yang setiap harinya sepertinya terus berkurang padahal mereka tidak pernah meminumnya. Anggur ini mahal dan mereka ingin menyimpannya untuk acara spesial. Yang mereka temukan adalah setiap hari jumlahnya sedikit demi sedikit berkurang.

Mereka pun memutuskan untuk mengukur kekurangannya dengan membuat garis kecil pada botol, sehingga apabila memang berkurang lagi mereka bisa tahu dengan jelas. Dan setelah membuat garis tersebu! t, mereka menemukan memang jumlah anggur dalam botol tersebut berkurang terus setiap hari, walau sedikit demi sedikit. Mereka tidak punya tertuduh lain lagi selain sang penunggu rumah lugu tersebut, sebab ketiganya memang jarang di rumah.

Suatu kali ketiganya pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan mereka merencanakan memberi pelajaran si penunggu rumah. Mereka mengambil botol anggur dan mengganti isinya dengan air seni mereka. Setelah itu mereka letakan kembali seperti biasa. Dan yang mereka temukan, setiap hari jumlah air seni ini pun berkurang seperti halnya anggur.

Suatu hari mereka tidak tega lagi membayangkan bahwa si penunggu rumah yang baik hati ini sampai meneguk air seni mereka. Mereka memutuskan untuk memanggil si penunggu rumah dan menanyakan perihal anggur. Dan dengan gaya yang tidak menuduh langsung, mereka mengatakan bahwa mereka perhatikan persediaan anggur mereka di satu-satunya botol di rumah itu selalu menipis, dan pasti ada seorang di rumah ini yang meminumnya! Serta merta si penunggu rumah polos ini menyahut "Not me, Boss!
Selama ini saya hanya selalu pakai untuk keperluan memasak untuk para Boss!"

Moral kisah :Kalau bisa bertanya, kenapa berasumsi?Kalau bisa sederhana, kenapa dibuat rumit?Kadang kita justru mendapatkan akibat dari perbuatan kita sendiri, yang sebenarnya tidak perlu.

Disadur dari Dodi - Ryan Blog