Banyak kendala memang dipikiran kita untuk mulai bisnis sendiri, modal awal, tempat, stock produk, alat, promosi, rekanan dan lain lain.Penulis Awaken Giants within, Anthony Robbins menyampaikan bahwa haltersulit utama adalah bukan itu semua tapi "bagaimana kita memulainya".
Drs.Neken Jamin Sembiring, seorang mantan dosen, pengusaha produk gerak tani yang "Go International" , memulai usahanya dari jualan cabe di Pasar.jualan cabe di pasar adalah langkah awalnyalalu melangkah ke menjual bumbu-bumbu masakan ..lalu melangkah ke menjual vespanya untuk modal beli tempat ..Lalu melangkah ke sikapi kegagalan 3 bulan awal usaha ..Lalu melangkah untuk bangkit lagi dan seterusnya …Siapa yang sangka langkah-langkah mulainya yang kecil tersebut membuat usahanya sudah sampai ke negara tetangga di Hongkong, Arab, Malaysia, dan Australia sekarang?
Baru saja saya melihat acara tv seorang pengusaha waralaba tipe"burger" memberi tip sederhana dan mudah di ingat .."mulai saja!
Karena begitu mulai, sukses tinggal urusan waktu"kita sering meremehkan formula sukses sederhana itu, tapi kalau gakmulai melangkah HARI INI … Kapan lagi?
Jadi jangan tunda lagi, MULAI SAJA..
Sumber : Dari SSR Klub
Wednesday, 12 December 2007
Mulai saja...
Diposting oleh Rudi Setiadarma di 18:32 0 komentar
Monday, 10 December 2007
Investasi Terbaik
Kita sering bingung sendiri ketika mau berinvestasi, apa yang akan diinvestasikan, bagaimana menginvestasikan asset yang kita punya, berapa yang akan dihasilkan dari investasi yang ditanamkan, bagaimana resiko yang akan dihadapi, dimana tempat berinvestasi, dsb.
Ini ada info menarik tentang apa yang harus anda investasikan.
Bukan di bisnis.
Bukan di saham.
Bukan di properti.
Bukan di reksadana.
Jadi, apa investasi terbaik ?
YOU.
Invest in YOU.
Berinvestasilah untuk diri sendiri.
Investasikanlah uang, pikiran dan waktu anda untuk wilayah "leher ke atas".
Bentuk daya ungkit (leverage) paling hebat yang kita miliki terdapat dalam kekuatan pikiran anda, kata Robert Kiyosaki dalam buku Retire Young Retire Rich.
Aset terbesar anda adalah pikiran anda kata Robert Allen dalam buku One Minute Millionaire. Thoughts become things.
Ini adalah aset yang tidak akan bisa dicuri oleh orang lain.
Berinvestasi untuk diri sendiri bisa jadi dengan memperpanjang pendidikan, mengikuti kursus atau workshop, seminar, mengambil sertifikasi lebih tinggi.
Berinvestasi untuk diri sendiri bisa jadi dengan membaca buku, majalah, jurnal, mendengarkan kaset pengembangan diri atau browsing situs-situs bermanfaat.
Berinvestasi untuk diri sendiri bisa juga dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berkualitas, mengamati segala sesuatu, bergaul dengan para pemenang atau lingkungan yang positif.
Tentunya jangan lupa juga berinvestasi untuk jiwa kita. Berinvestasi juga untuk kesehatan kita.
Pokoknya, berinvestasilah untuk terus menerus memperbaiki diri. Pakai prinsip CANI dari Anthony Robbins itu, yaitu Constant And Never-ending Improvement.
Jadi, mari kita berinvestasi untuk kita sendiri dulu..
Semoga terinspirasi.
Disadur dari : Roniyuzirman Blog.
Diposting oleh Rudi Setiadarma di 11:26 0 komentar
Label: Mindset
Thursday, 6 December 2007
Buat Blog Untuk Belajar dan Selalu Berpikir Positip
Sudah sejak September 2007 ini, aktivitas di waktu luang saya di kantor adalah belajar sendiri membuat Blog. Saya coba menulis artikel tapi masih belum bisa meyakinkan diri sendiri kira-kira artikel apa yang pantas ditampilkan. Akhirnya saya harus mencoba dari sesuatu yaitu dari artikel-artikel yang menurut saya bisa memberikan inspirasi buat sendiri atau mungkin buat orang lain.
Dari perjalanan membuat blog, rasanya pikiran kita dibawa untuk selalu berpikir jauh kedepan, entah memikirkan masa depan, apa yang akan dilakukan, apa yang diinginkan, apa yang akan dicapai 5 th, 10th, ketika pensiun dari pekerjaan sekarang atau apa yang akan dilakukan mengisi waktu-waktu yang ada supaya lebih bermanfaat bagi diri, keluarga atau orang lain. Jadi semua pikiran ke depan selalu menjadi inspirasi untuk selalu berpikir positif, kreatif, berbuat yang terbaik, dll.
Alhamdulilah, bahwa sampai saat ini semangat belajar masih tumbuh dan berkembang. Tantangan membuat blog yang bagus dan menarik menjadi semangat untuk terus belajar. Sampai saat ini, inilah tampilan blog saya yang bisa saya tampilkan, yang masih banyak perlu diperbaiki, dikembangkan, diisi artikel-artikel menarik lainnya. Dan yang paling menantang adalah membuat blog untuk menunjang kegiatan usaha/ bisnis. Ini adalalah peluang yang menarik untuk memanfaatkan blog.
Jadi semangat belajar dan berpikir positip harus kita jaga terus sampai kapanpun.
Salam sukses.
Diposting oleh Rudi Setiadarma di 10:29 0 komentar
Wednesday, 28 November 2007
Breakthrough
Sekarang ini istilah 'breakhtrough' sering kita dengar di acara seminar motivasi atau bisnis, tapi kita sediri gak tahu apa sih maksudnya, apa sih pengertiannya. Nah ini ada artikel menarik yang bisa menggambarkan istilah yang lagi populer itu. Selamat membaca.
Istilah lain dari 'breakthrough' adalah 'terobosan' atau 'lompatan kuantum'.Kriterianya bagaimana? Ya, nilai sendiri saja lah.
Menurut Jay Abraham: " Breakthrough adalah sebuah cara yang baru, tidak konvensional, hebat, menarik dalam melakukan sesuatu. Breakthrough secara dramatis memperbaiki hal-hal yang terkait secara luar biasa, efisien, efektif dan produtif dan menginspirasi bagi orang lain".
Breakthrough dalam pemasaran artinya berhasil meningkatkan penjualan dua atau tiga kali lipat.
Breakthrough di bidang manajemen sumber daya manusia berarti meningkatkan produktivitas dengan lebih sedikit tenaga yang terlibat.Breakthrough dalam bisnis secara keseluruhan berarti mengubah aturan main bisnis secara total (dan etis, tentu saja) dan membuatnya menjadi sesuatu yang baru dan tentu saja, lebih menguntungkan.Anthony Robbins memperkenalkan istilah CANI (Constant And Never-ending Improvement), mirip Kaizen dan Total Quality Management di Jepang.Nah, kalau istilah CANI ini diubah menjadi CAN-B (dari Jay Abraham), hasilnya akan dahsyat sekali, sedahsyat kepanjangannya: Constant And Never-Ending Breakthrough.
Apakah dalam prakteknya hal ini terjadi? Silakan buktikan sendiri.Nggak usah jauh-jauh lah. Fenomena Tukul Arwana itu adalah contoh personal breakthrough. From zero to hero.Ketatnya persaingan menuntut seorang pebisnis untuk terus mencari langkah-langkah breakthrough ini di dalam bisnisnya.Kalau bukan kita, pesaing tentu akan melakukannya.Apa pun dalam kehidupan sehari-hari kita adalah hasil dari pemikiran breakthrough. Air mineral yang kita minum, teh seduh yang kita minum adalah beberapa contohnya.
Jadi, breakthrough seharusnya menjadi cara berpikir kita sehari-hari. Kalau otak kita sudah disetel dengan mindset seperti ini, insya Allah akan banyak lompatan-lompatan kuantum dalam berbisnis dan apa pun akan tercipta.Jadikan ini kebiasaan dalam berpikir dan bekerja sehari-hari.Lihatlah apa "kemungkinannya" bukan apa adanya. Dengan cara berpikir seperti ini kita akan menemukan kemungkinan-kemungkian baru, tantangan-tantangan baru, batasan baru, dan peluang baru.
Breakthrough yang paling dahsyat adalah ketika mencapai sesuatu yang menurut sebagian besar orang adalah 'tidak mungkin'.
Jadi apakah anda sudah merasakan 'Breakthrough' ..?
Sumber : Roni Yuzirman blog
Diposting oleh Rudi Setiadarma di 15:10 0 komentar
Label: Mindset
Friday, 5 October 2007
Bisnis Rumah Kos-kosan
Ceritanya begini, ada yang menawarkan sebuah rumah kos di kawasan perkantoran seharga Rp 600 juta. Kapasitas kamar 13 dengan tingkat hunian 100%, rata-rata sewanya Rp 550 ribu per bulan.Pertanyaannya adalah:
1. Apakah ini pantas untuk dijadikan investasi untuk jangka waktu 5 tahun?
2. Apa saja yang harus saya perhitungkan dalam membuat bisnis kos-kosan?
Jawaban:
1. Untuk menentukan apakah peluang ini merupakan penawaran investasi yang menarik atau
tidak, maka harus menghitung dengan cermat Cost Benefit-nya. Secara sekilas berdasarkan informasi yang Anda berikan maka :
a. Proyeksi Pendapatan Kotor dari Kos-kosan setahun adalah 550rb x 12 x 13 = 85,8juta.
b. Asumsikan Pengeluaran untuk Pengelolaan Bisnis Kos-kosanan seperti Pengurus Kos, Penjaga Keamanan Kos, Pembantu, Lingkungan, PBB, Sampah, Listrik, Air, Telpon,
Perawatan dan Perbaikan Rumah Kos akan membutuhkan +/- 30% dari Pendapatan.
c. Pajak Rumah Sewa adalah 10% final
d. Diasumsikan tidak perlu membeli furnitur lagi
e. Jangka waktu BEP adalah 600juta / (60% x 85.8juta) = 600 jt / 51,48jt = +/- 12 tahun.
f. Kenaikan harga tanah misalnya 10% per thn (sesuai rata-rata kenaikan NJOP dalam
beberapa tahun terakhir)
g. Penurunan Nilai Bangunan sangat tergantung pada kondisi bangunan dari rumah kos saat
ini. Berdasarkan perhitungan di atas maka sebaiknya bangunan ini bisa bertahan dalam jangka waktu minimal 12 tahun lagi tanpa perlu direnovasi secara besar-besaran.
h. Sebaiknya dicari tahu mengenai perkembangan nilai pasar dari properti ini, jika mempunyai kemungkinan yang besar bahwa nilai properti akan meningkat secara pesat maka ini bisa jadi pertimbangan bisnis yangmenarik. Jadi dalam berinvestasi rumah kos2an maka kita harus juga memperhatikan Profit dari Kenaikan Modal, tidak hanya dari Hasil Sewa saja.
Dengan kata lain jika dalam 5 tahun lagi harga rumah akan menjadi 2 x lipat maka Total
Keuntungan kita adalah Total Pendapatan Bersih atas Sewa selama 5 tahun + Selisih Jual Beli dari Properti.
Namun janganlah lupa bahwa Jual Beli Properti akan terkena Pajak Jual Beli, Biaya
Notaris/AJB, BBN dan komisi jika ada. Jadi jika dijual maka Anda harus pertimbangkan
Biaya saat Membeli dan juga Biaya saat Menjual.
Yang harus diperhatikan dalam pengelolaan Kos-kosan selain yang disebutkan di atas,
maka Anda juga harus mempertimbangkan beberapa hal misalnya :
1. Pesaing yang sudah menjalankan bisnis serupa dalam jangka waktu yang lama (pesaing berpengalaman), Pesaing yang punya Rumah Kos-kosan lebih menarik dan bagus, Pesaing yang dekat dengan Kos-kosan atau Pesaing yang harga sewanya lebih murah dsb.
2. Potensi Pasar dari Bisnis Kos-kosanan di daerah tersebut. Bisa diamati dengan melihat Perkantoran yang terdapat di sekitar kos-kosan, universitas atau Akademi atau Sekolah Tinggi yang ada di seputar kos-kosan, atau mungkin Tempat Belanja dsb
3. Kondisi Lingkungan dan Alur Lalu Lintas di sekitar Kos-kosan, apakah dekat dengan
Jalan Raya, Macet atau Tidak, Bikin Suasana jadi Bising atau Ribut, dsb.
4. Ancaman Bencana misalnya Daerah Banjir Musiman, Daerah Aliran Sungai, dekat
Pembuangan Sampah, ada Sungai yang Tidak Mengalir dan kotor dsb.
5. Keamanan Lingkungan
6. Fasilitas Eksternall yang terdapat di sekitar (tapi bukan menjadi tetangga), misalnya
Perbelanjaan, Rumah Sakit, Pos Polisi, Pom Bensin, Toko Kelontong, Restoran atau Warung Makan dsb.
7. Fasilitas Internal seperti misalnya Sapu dan Pel kamar, Cuci Baju, Transportasi, Internet,
TV Kabel, Telpon, Sarapan Pagi dsb.
Selamat berbisnis
Sumber : Disadur dari Risza Bambang - detikfinance
Diposting oleh Rudi Setiadarma di 13:03 0 komentar